One Way Round trip
From :
To :
Depart :
Return :
Adults : Infants (< 2 years) :
Children (2-11) :


Pembayaran Melalui

 
   

Rencana Bandara: Banten & Bali Utara

RENCANA BANDARA BARU: Banten Mengkaji, Bali Beri Rekomendasi

 

 

 

 

 

Badan usaha milik daerah Banten, PT Banten Global Development, tengah mengkaji pembangunan Bandara Panimbang pada tahun ini. Sementara Gubernur Bali merekomendasikan calon investor bandara di Bali Utara untuk melanjutkan studi kelayakan.

 

Saat ini PT Banten Global Development (BGD) masih dalam proses penyusunan studi kelayakan dan pencarian investor untuk merealisasikan pembangunan bandara di Banten.

 

“Kami memang ditunjuk sebagai badan yang akan mengelola pembangunan bandara ini. Tapi karena keuangan belum memungkinkan, kami ingin menggandeng investor,” ujar Humas BGD Intan Soraya kepada Bisnis, pekan lalu.

 

Pasalnya, pembangunan bandara menelan biaya hingga triliunan dan persiapan harus dilakukan secara detail. Dia mengungkapkan pihaknya sudah bekerjasama dengan Jababeka. Tetapi karena dana yang dibutuhkan cukup besar, manajemen memutuskan untuk mencari sejum lah investor lain mendanai pembangunan Bandara Panimbang tersebut.

 

Tak hanya itu, BGD akan terus berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II karena pengelolaan bandara akan dilakukan oleh AP II.

 

Sejauh ini, BGD memiliki sejumlah prioritas antara lain pendirian bank pembangunan daerah (BPD) Banten, pembangunan tol Serang—Panimbang, bandara Banten Selatan, bendungan Waduk Sindang Heula, dan mass rapid transit Bandara Soekarno Hatta—Serpong—Balaraja—Cikarang.

 

“Untuk tahun ini, kami masih fokus pendirian BPD Banten. Selanjutnya, wacana kerja lainnya akan dilakukan bertahap pada tahun depan,” tambahnya.

 

Pada 3 Mei 2016, BGD telah melakukan Rapat Umum Peme gang Saham (RUPS) dan mengumumkan laba bersih korporasi mencapai Rp14 miliar pada tahun lalu.

 

 

BALI UTARA

 

Di Denpasar, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan sudah mengeluarkan surat rekomendasi kepada calon investor bandara di Bali Utara untuk melanjutkan studi kelayakan. Kendati surat rekomendasi sudah keluar, Pastika pesimistis proyek yang diperkirakan menelan dana hingga Rp30 triliun itu dapat cepat terealisasi.

 

Dia memperkirakan 5 tahun mendatang, bandara yang dimaksudkan mengantisipasi kepadatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tersebut baru dapat beroperasi.

 

“Masih lama, ini baru awal. Surat rekomendasi ini hanya memberikan kewenangan kepada calon investor untuk melanjutkan studi kelayakan,” jelasnya, Selasa (10/5).

 

Adapun investor yang dinilai paling serius mewujudkan bandara di Kabupaten Buleleng saat ini adalah Air Kinesis Canada. Investor asal Kanada tersebut sudah melakukan pra studi kelayakan dan rencananya akan membangun di atas laut di Kubutambahan, dengan cara melakukan reklamasi.

 

Pastika menegaskan kendati dirinya sudah mengeluarkan rekomendasi, pihaknya mengharapkan investor mengejar surat rekomendasi dari Pemkab Buleleng. Selaku pemilik daerah, rekomendasi tersebut sangat dibutuhkan guna melanjutkan rencana mega proyek ini.

 

 

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

 

 


Sumber:
www.bisnis.com
Amanda Kusuma Wardhani & Feri Kristianto -
Kamis, 12/05/2016 08:35 WIB