One Way Round trip
From :
To :
Depart :
Return :
Adults : Infants (< 2 years) :
Children (2-11) :


Pembayaran Melalui

 
   

Cargo Village di Makassar

AP I Bangun Cargo Village di Makassar

 

 

 

 

Operator 13 bandara di Indonesia timur, PT Angkasa Pura I, berencana membangun kawasan khusus kargo udara atau cargo village di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Sulistyo Wimbo S. Hardjito mengatakan keberadaan cargo village di Makassar itu nantinya mendukung proyek tol laut yang dibuat pemerintah, terutama dalam membenahi kondisi logistik nasional.

 

“Masalah logistik nasional kita selama ini masih terpotong-potong. Seharusnya ini bisa terintegrasi, antara angkutan laut dan udara, sehingga mampu menjangkau daerah-daerah terpencil, terutama di pegunungan,” katanya di Jakarta, Selasa (13/9). Saat ini, lanjutnya, perseroan melakukan kajian rencana induk (masterplan) cargo village tersebut. Namun, Wimbo mengungkapkan lokasi cargo villagemilik perseroan akan diban-gun di Makassar.

 

Dia menilai pembangunan cargo village di Makassar cukup tepat. Alasannya, posisi Makassar sangat strategis karena menjadi per- simpangan dari jalur distribusi logistik nasional, terutama di Indonesia timur. “Makassar ini persimpangan, dan menjadi tempat transit ke daerah-daerah di Indonesia Timur. Jadi kalau Ambon mau ekspor ikan, tidak perlu transit di Surabaya atau Jakarta, tapi bisa ke Makassar, di mana posisinya lebih dekat,” tuturnya.

 

Wimbo optimistis cargo village juga dapat men- dukung ekspor impor di wilayah Indonesia timur. Oleh karena itu, sambungnya, AP I berkomitmen untuk membenahi diri agar siap berkontribusi dalam mendukung logistik nasional. Sementara itu, Direktur Marketing dan Pengembangan Usaha AP I Moch. Asrori menuturkan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menggandeng operator kargo swasta dalam pengelolaan cargo village di Makassar.

 

“Enggak kuat kalau cuma kami saja yang kelola, kalau misalnya luas kawasan cargo village itu sangat besar. Selain itu, kalau tidak salah, kami juga akan melakukan pembebasan lahan di sekitar bandara sebanyak 60 hektare,” ujarnya. Sekadar informasi, rencana pembangunan cargo village sebenarnya juga dicetuskan oleh PT AP II, operator 13 bandara di Indonesia barat. AP II sedikitnya menyiapkan 75 hektare untuk pengembangan cargo village .

 

TERMINAL KARGO

 

Di sisi lain, Asrori memperkirakan pendapatan AP I dari pengelolaan terminal kargo internasional Bandara Juanda Surabaya mencapai Rp10 miliar per tahun, dari sebelumnya hanya meraup sebanyak Rp4,5 miliar per tahun. “Sebelum dikelola penuh oleh Angkasa Pura I, pembagian hasil pendapatan di terminal kargo dan pos internasional itu sebesar 45% untuk Angkasa Pura I, dan 55% untuk JAS ,” katanya. Seperti diketahui, AP I telah memutus kon- trak dengan JAS dalam mengelola terminal kargo dan pos internasional di Juanda sejak Juni 2016. Namun, AP I baru resmi mulai mengelola terminal dan pos secara mandiri pada 4 September 2016.

 

Saat ini, JASS sudah kembali melayani jasa penanganan sisi darat (ground handling) di Terminal Kargo Juanda. Sebelumnya, JASS juga mengelola Terminal Kargo dan ground handling di Bandara Juanda. AP I mengklaim berupaya menjalankan amanat undang-undang dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan jasa kebandarudaraan. Aturan yang dimaksud a.l. Pasal 232 dan Pasal 233 Undang-Undang (UU) No.1/2009 tentang Penerbangan dan Permenhub No.187/2015.

 

Dalam aturan tersebut, AP I selaku Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) berkewajiban menyelenggarakan jasa bandara meliputi terminal penumpang, terminal kargo dan pos di seluruh bandara yang dikelola perseroan. Selain terminal kargo, lanjutnya, AP I juga berkewajiban mengelola Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yang berada di terminal kargo. Menurutnya, TPS tersebut termasuk dalam kawasan kepabeanan. Ketentuan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 3432/WBC.10/2016 tentang Penetapan Gudang di Kawasan Kargo Bandara Internasional Juanda sebagai TPS atas nama Angkasa Pura I pada 19 Agustus 2016.

 

 

 

Editor : Mia Chitra Dinisari

 

 

 

Sumber:
www.bisnis.com
Ringkang Gumiwang -
Rabu, 14/09/2016 09:58 WIB